Friday, April 26, 2013

Bisnis Online, Mulai dari Mana?


Sekarang ini semua orang ramai-ramai bicara tentang bisnis online atau bisnis lewat internet. Katanya, berjualan di dunia maya itu banyak untungnya. Hanya dengan modal sedikit, kita bisa menjangkau pembeli yang tinggalnya nun jauh di sana. Tidak perlu keluar uang untuk sewa toko, juga tidak perlu repot menyewa pegawai untuk menjaga toko. Ibaratnya tinggal “klik”, semuanya sudah langsung beres.


Karena tertarik, saya pun mencoba ikut memasarkan produk handicraft secara online. Meski menemui sejumlah hambatan, tapi syukurlah kini semuanya mulai berjalan lancar. Ternyata berjualan di dunia maya tidak sesulit yang saya bayangkan sebelumnya. Berikut beberapa poin penting yang sempat saya pelajari saat memulai usaha di dunia maya:

1.      Pilih lokasi. Sebagai permulaan, saya membuka toko online di akun media sosial. Pertimbangan utamanya adalah karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli nama domain. Nilai plus lainnya adalah, saya bisa mengundang teman-teman dari akun pribadi untuk mengunjungi akun tempat saya berjualan.

2.      Lengkapi data produk. Berhubung komunikasi dengan calon pembeli dilakukan dari jarak jauh, maka mereka perlu mendapatkan informasi selengkap mungkin mengenai produk yang kita jual. Karenanya, setiap item produk perlu dilengkapi dengan foto yang baik (gambar tajam dan pencahayaan cukup) serta data mengenai ukuran dan material yang digunakan.

3.      Tentukan metode transaksi. Selain kualitas barang, kemudahan serta kejelasan metode transaksi adalah poin penting yang dicari pembeli. Di toko saya, metodenya sederhana saja, yaitu: pilih barangà konfirmasi lewat email atau SMSàtransfer biayanyaàbarang dikirim. Untuk menghindari “kredit macet”, pastikan pembayaran sudah dipenuhi sebelum Anda mengirim barang.

4.      Konfirmasi setelah mengirim. Setelah mengirim barang melalui jasa ekspedisi yang Anda pilih, berikan bukti berupa nomor resi pengiriman kepada pembeli. Dengan begitu, pembeli bisa melacak sendiri keberadaan barang yang sudah dibeli apabila memang diperlukan.

5.      Lampirkan testimoni. Jika memungkinkan, buatlah kolom khusus di toko Anda untuk mewadahi testimoni dari para pembeli terdahulu (lebih baik lagi apabila dilampirkan foto). Ini penting untuk menjawab keraguan calon pembeli baru akan kredibilitas toko online milik Anda. Masukan positif dari para pembeli juga bisa menjadi penyemangat bagi Anda untuk selalu memberikan layanan nomor satu.
Sudah mendapat gambaran apa yang harus dilakukan untuk memulai bisnis online? Jika sudah, ayo sama-sama kita melebarkan usaha di dunia maya yang terbentang luas ini. Semoga sukses! 


Thursday, March 21, 2013

Keuntungan menggunakan Social Media sebagai tempat promosi produk

Selamat siang teman-teman...

Kali ini saya sempatkan membuat sebuah tulisan yang mungkin bisa berguna untuk Anda yang sedang bingung dalam memasarkan produk. 

Apa itu Social Media? 
secara sederhana,: social media adalah sebuah tempat yang didalamnya menyediakan sarana untuk berkomunikasi dengan orang lain, atau istilah mudahnya adalah tempat seseorang (perusahaan, kelompok, dll) memberikan informasi mengenai dirinya kepada orang lain dan dapat berkomunikasi didalamnya. 


Dari pengalaman saya sendiri, awalnya memasarkan produk untuk jangkauan yang luas sangatlah susah, tetapi ketika sudah menemukan yang namanya Social Media, promosi dan pemasaran produkpun menjadi lebih mudah, bahkan boleh dibilang ini adalah teknik promosi utama saya sekarang. 

Berpromosi dengan Social Media pun tidak bisa dikatakan gampang, karena kita harus mempunya strategi juga, selain agar tersistem dengan baik kita juga tidak dibikin pusing. 

Saat ini, untuk mendapatkan banyak audience, seseorang (bisa kelompok atau perusahaan) sudah mulai menggunakan media social untuk mempromosikan produk mereka, tentu saja tidak hanya promosi, bisa juga untuk berkomunikasi dengan para pendukungnya atau penggemarnya. Sebagai contohnya, kita bisa melihat sekelompok band, penyanyi atau artis yang memiliki akun social media seperti di facebook (FB), apa tujuannya? tujuannya adalah jelas, untuk menjaring para audience dan berkomunikasi dengan mereka, dan yang terpenting adalah mempromosikan produknya. Saat ini juga hampir seluruh pabrikan baik kendaraan, gadget, barang teknologi, jasa dan banyak lagi yang menggunakan social media sebagai alat berpromosi.

Saya mendapatkan sebuah tips dari sebuah blog bagaimana cara berpromosi dan plan di Social Media: 


Senin, mulai merencanakan dan menyusun informasi penting yang akan Anda postingkan di akun pribadi maupun fanpage yang dimiliki perusahaan Anda. Dalam hal ini, Anda bisa mempersiapkan tiga informasi menarik yang akan dipublish selama satu minggu kedepan. Misalnya saja seperti mengatur jadwal posting rutin di hari Senin, Rabu, dan Jumat, serta menentukan topik bahasan yang akan Anda angkat pada pekan ini. 
Selasa, setelah memposting satu informasi menarik yang berhubungan dengan produk maupun bisnis jasa yang sedang Anda jalankan saat ini. Selanjutnya di hari Selasa Anda bisa membalas coment, retweet, message, atau respon lainnya dari para konsumen. Hal ini cukuplah penting, agar loyalitas konsumen mulai terjaga sehingga mereka semakin tertarik untuk berinteraksi dengan Anda dan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai produk terbaru yang Anda tawarkan saat ini. 
Rabu, memberikan promo menarik untuk memancing respon konsumen. Misalnya saja memberikan diskon khusus bagi para konsumen yang memesan produk di hari Rabu, memberikan gratis ongkos kirim bagi konsumen yang membeli produk di hari tersebut, atau menginformasikan kegiatan promosi yang akan Anda selenggarakan pada pekan ini. Dengan menginformasikan kegiatan promosi yang Anda jalankan, maka konsumen tidak segan-segan untuk segera memesan produk melalui akun Anda atau datang langsung ke tempat promosi yang ditentukan. 
Kamis, memberikan respon balasan atas komentar-komentar yang disampaikan para konsumen. Dalam hal ini, tentunya Anda harus aktif memeriksa akun-akun yang dimiliki dan segera memenuhi kebutuhan yang dicari para konsumen. Dari respon balasan yang Anda berikan, tidak menutup kemungkinan bila salah satunya bisa tertarik untuk membeli produk-produk unggulan yang ditawarkan. 
Jumat, Anda bisa memanfaatkan hari jumat untuk berbagi tips-tips ringan seputar bisnis yang Anda jalankan. Misalnya saja Anda sedang menekuni bisnis kuliner, maka tidak ada salahnya bila setiap hari jumat Anda berbagi informasi mengenai resep-resep masakan yang bisa dicoba para konsumen dari dapur mereka. 
Sabtu dan Minggu, pada saat weekend Anda bisa memanfaatkannya untuk berjalan-jalan ke situs online milik tetangga. Melalui strategi blog walking, Anda bisa mempromosikan link situs Anda kepada khalayak ramai dan bertukar informasi dengan pelaku bisnis online lainnya. 
Dengan membuat jadwal harian, Anda bisa mempromosikan bisnis online secara rutin dan menjaga konsistensi Anda dalam mengembangkan bisnis tersebut. Selain itu, konsumen juga tidak cepat bosan dengan penawaran-penawaran yang Anda postingkan, sehingga konsumen mulai berdatangan, dan bisnis Anda bisa menghasilkan omset yang cukup besar.

Semoga tulisan saya kali ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

Salam Sukses! 


Source 1
Source 2

Friday, March 1, 2013

Social Entreprenuer-Menjadi Pengusaha yang Peduli dengan Sesama

Salam..

Akhirnya saya bisa update blog lagi, di postingan sebelumnya saya sempat membahas mengenai Social Entreprenuer itu seperti apa. Nah kali ini saya akan membahas lebih detail mengenia Social Entreprenuer itu sendiri dari kaca mata saya sendiri dan pengalaman pribadi, semoga bermafaat ya...



Dalam memulai sebuah usaha untuk tujuan kesuksesan tidaklah mudah, perlu mental pantang menyerah dan selalu yakin dengan kekuatan diri kita sendiri. Mungkin pengalaman saya yang sedikit ini bisa saya bagi juga disini.

Awalnya saya hanya terpikir untuk membuat bisnis yang menguntungkan, tetapi lama-kelamaan yang ada saya menjadi makin malas dan makin terpaku dengan impian saya menjadi kaya. dan benar setelah beberapa tahun usaha saya bangkrut.

Di tahun berikutnya saya mencoba sesuatu yang baru, membangun komunitas untuk kemajuan usaha! dan alhamdulliah hasilnya sangat memuaskan. saya bisa mengajak tetangga-tetangga dekat untuk ikut membuat sebuah kerajinan tangan dan hasilnya bisa di bagi bersama, bukan itu saja, kami juga membuat bank moda serta koperasi dan hasilnya untuk kemajuan bisnis.

Kali ini bukan saja kantong saja yang tersenyum tetapi hati dan pikiran juga, karena bisa membantu sesama serta maju bersama-sama.

Menurut saya hal yang penting untuk menjadi seorang Social Entreprenuer itu adalah semangat membangun usaha berasama-sama untuk kemajuan sesama.

Sekian cerita saya hari ini, semoga bermanfaat

Salam

Joko Handicraftmen :)

Friday, February 22, 2013

Social Entreprenuer

Mungkin teman-teman pernah mendengar kata Social Entreprenuer. Jujur saya juga baru beberapa bulan belakangan ini memperlajari tentang Social Entreprenuer itu, setelah beberapa media yang pernah mewawancarai usaha saya menyebut saya sebagai seorang Social Entreprenuer.

Ditulisan kali ini saya ingin memaparkan bagaiman Social Entreprenuer itu bekerja.

social entrepreneur itu adalah seorang entrepreneur yang sudah bisa memberikan sebagian keuntungan usahanya demi menolong orang-orang yang membutuhkan atau bahasa sederhananya entrepreneur yang melakukan kegiatan sosial.


Konsep secara umum dari Social Entrepreneurship, sebenarnya berarti bukan merupakan sebuah lembaga atau organisasi bentukan atau turunan dari perusahaan swasta (misalnya hasil dari CSR, Corporate Social Responsibility) dan lembaga pemerintahan (dalam hal ini yang terkait dengan Dinas Kesejahteraan Sosial). Akan tetapi murni merupakan sebuah usaha entrepreneurship yang bergerak di bidang sosial. Pada awalnya, Social Entrepreneurship mempunyai inti pemberdayaan dalam bidang kemasyarakatan yang bersifat voluntary atau charity (kedermawanan dan sukarela). Dalam hal ini membentuk sebuah lembaga-lembaga sosial seperti panti asuhan, anak asuh atau donasi untuk beasiswa di bidang pendidikan. Konsep awal mula Social Entrepreneurship tidak menekankan pada usaha untuk menghasilkan profit (non-profit). Jikalau ada profit, bukan menjadi tujuan utama dan nilainya bisa dibilang kecil. Karena inti utama dalah pemberdayaan untuk kemaslahatan bersama. 

 Social Entrepreneurship akhir-akhir ini menjadi makin populer terutama setelah salah satu tokohnya Dr. Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank di Bangladesh yang mendapatkan hadiah Nobel untuk perdamaian tahun 2006 (Santosa, 2003). Yang dikembangkan oleh Yunus, dengan pemberdayaan masyarakat di segmen kurang mampu secara finansial, tidak hanya menghasilkan kesejahteraan sosial masyarakat tetapi ternyata juga mendatangkan sebuah keuntungan secara finansial. Bisa dilihat dengan banyaknya tenaga kerja yang terserap (6 juta wanita), seperti phone-lady, ribuan pengemis, dan tumbuhnya UKM (Usaha Kecil Menengah) yang terbentuk dari usaha peminjaman uang atau kredit uang dengan bunga murah.

Social Enterpreneunship makin berperan dalam pembangunan ekonomi karena ternyata mampu memberikan daya cipta nilai-nilai sosial maupun ekonomi, yakni:
 
1. Menciptakan kesempatan kerja.
     Manfaat ekonomi yang dirasakan diberbagai negara dari social enterpreneur adalah penciptaan kesempatan kerja yang baru. Selain itu memberikan peluang kerja terhadap penyandang cacat dilibatkan     dalam kegiatan produkti.
 
2. Inovasi dan kreasi.
      Berbagai inovasi terhadap jasa kemasyarakatan seperti misalnya: penanggulangan HIV dan narkoba, pemberantasan buta huruf, kurang gizi, yang mana belum tertangani oleh pemerintah dapat dilakukan oleh       kelompok social enterpreneunship dengan penuh dedikasi.
 
3. Modal sosial.
      Merupakan bentuk yang paling penting dari berbagai modal, karena walaupun dalam kemitraan ekonomi yang paling utama adalah nilai-nilai: saling pengertian, kepercayaan, dan budaya kerja sama, semua  ini      adalah modal sosial. Bank dunia menyatakan pula bahwa permasalahan yang kritis dalam penanggulangan kemiskinan adalah modal sosial yang tidak memadai. Selanjutnya dibangun jaringan kepercayaan dan kerjasama yang makin meningkat sehingga dapat mengakses pembangunan fisik, aspek keuangan dan sumber daya manusia. pada saat unit usaha dibentuk dan saat usaha sosial mulai menguntungkan maka makin banyak sarana sosial dibangun.
 
4. Peningkatan Kesetaraan
      Salah satu tujuan pembangunan ekonomi adalah terwujudnya kesetaraan dan pemataraan kesejahteraan masyarakat. Dan melalui sosial enterpreneurship tujuan ini dapat diwujudkan, karena pelaku bisnis yang       semula memikirkan keuntungan, selanjutnya akan memikirkan pemerataan pendapatan agara dapat dilakukan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
 
Semoga dengan tulisan saya kali ini bisa berguna untuk Anda. 



Salam
 


Thursday, February 14, 2013

Pelajaran Berharga Dalam Berbisnis

Selamat datang di blog saya, akhirnya saya punya blog lagi :)

Oh iya, ini adalah postingan pertama saya di blog ini, dan sekarang saya pengen share sebuah artikel menarik dari marketing.co.id, mengenai bisnis tentunya, silahkan disimak ya...



Memulai suatu bisnis memang tidak mudah. Perlu banyak pengorbanan yang harus ditempuh, baik dari segi waktu, pendanaan, bahkan ada juga yang mengorbankan reputasi yang sudah ada pada dirinya.
Namun, semua pengorbanan tersebut akan sebanding dengan kepuasan batin dan kebanggan yang kita rasakan ketika sukses menjalankan bisnis tersebut. Apa saja sebenarnya yang diperlukan untuk memulai sebuah bisnis? Berikut ini beberapa pelajaran yang dapat membantu Anda untuk memulai bisnis:

1. Harus punya mimpi besar
Sebuah usaha yang sukses selalu diawali dengan sebuah mimpi yang besar. Namun, mimpi saja tidak cukup. Kita harus percaya pada diri sendiri dan ide bisnis yang kita cetuskan. Dari sana, kita perlu memvisualisasikan bagaimana bisnis tersebut tidak hanya akan mengubah hidup kita, tetapi juga merevolusi dunia


2. Cocokan Impian Anda dengan tindakan
Setelah mempunyai impian besar, cobalah mengambil inisiatif dan memastikan bahwa Anda bekerja setiap hari untuk menggapai impian tersebut. Perlu diingat mempunyai impian besar tapi tidak dibarengi dengan kerja keras hanyalah angan-angan belaka.

3. Selalu percaya pada bisnis yang Anda jalankan
Menjadi pebisnis haruslah fokus pada tujuan. Anda juga harus percaya diri dalam memasarkan produk dan jasa. Kalau Anda sendiri tidak percaya pada bisnis yang dijalankan, bagaimana mungkin Anda berharap orang lain akan percaya?

4. Jangan takut berbuat kesalahan
Kesalahan kadangkala tidak dapat dihindari. Membuat kesalahan memang bagian dari perjalanan bisnis. Namun yang terpenting Anda belajar dari kesalahan tersebut.

 5. Banyak jalan menuju sukses
Mungkin Anda pernah mendengar pepatah yang mengatakan ‘Banyak jalan menuju Roma’, Ada banyak jalan menuju kesuksesan, dan jalan tersebut tidak selalu sama antara satu orang dengan yang lain. Itu sebabnya Anda harus kreatif mencari jalan sendiri dan tidak mengekor jalan para pesaing. Apa yang cocok untuk mereka belum tentu cocok untuk Anda.

6. Pahami bisnis Anda
Anda harus tahu betul seluk beluk bisnis agar dapat menjalaninya dengan baik. Pelajari setiap detail bisnis dan industri tempat Anda berkecipung. Pastikan Anda tahu setiap “lubang dan tikungan” dalam bisnis Anda.

7. Hormati pelanggan
Bisnis Anda hanya akan ada jika Anda mampu menarik dan mempertahankan pelanggan. Anda hanya dapat melakukan itu jika Anda memahami apa yang mereka inginkan dan memperlakukan mereka dengan hormat. Dengarkan apa yang pelanggan butuhkan.

8. Kenali pesaing Anda
Teliti dan ketahui pesaing Anda dalam segi produk dan penawaran harga. Dengan informasi tersebut Anda bisa meningkatkan daya saing dalam segi apapun terhadap para kompetitor.

9. Siap berkorban
Dalam menjalankan bisnis pasti ada yang namanya pengorbanan. Kewirausahaan memang memerlukan komitmen penuh untuk dijalankan.

10. Belajar berkomunikasi
Komunikasi sangat penting dalam menjalankan bisnis. Anda harus belajar bagaimana mengomunikasikan pikiran Anda dengan jelas dan terperinci agar bisnis yang dijalankan berjalan lancar.

11. Carilah penasihat atau mentor
Jangan segan-segan menjalin relasi dengan orang-orang yang memilki pengalaman dalam berbisnis serta cerdas dan berpengetahuan yang luas Mereka dapat memberikan bimbingan dan saran yang mungkin sangat berharga bagi perkembangan bisnis Anda. Mereka juga dapat membuka pintu bagi Anda untuk terus maju dan berkembang.

12. Berusaha menyeimbangkan kehidupan
Memulai dan mengoperasikan sebuah bisnis bisa sangat menegangkan. Anda perlu keseimbangan dalam hidup Anda. Coba meluangkan waktu untuk bersantai dan merenggangkan otot agar tidak tegang.

13.  Selalu berpikir positif
Membangun bisnis tidak selalu akan mendapat dukungan dari orang-orang di sekitar kita. Mereka mungkin saja akan mencemooh atau bahkan berusaha menghentikan langkah Anda. Jauhi perkataan negatif tersebut dan fokuslah kepada orang-orang yang mendorong dan menginspirasi Anda untuk terus maju.

14.  Merangkul teknologi
Teknologi telah begitu maju. Apapun bisa dilakukan dengan teknologi, karenanya jangan ragu merangkulnya agar bisnis dapat berjalan lebih efisien.

15. Have fun
Lakukanlah bisnis yang Anda sukai. Kewirausahaan tak ubahnya seperti roller coaster, kadang-kadang Anda ada di atas dan kadang-kadang di bawah. Nikmatilah setiap prosesnya, dan perjalanan Anda akan terasa lebih menyenangkan.

Nah, 15 poin ini saya coba terapkan pada bisnis Handicraft yang telah saya dalami dari dulu, dan bener loh, kerasa banget hasilnya sekarang..

Semoga tulisan kecil ini bisa menjadi inspirasi bisnis Anda..

(Source: Marketing.co.id)