Showing posts with label produksi lokal. Show all posts
Showing posts with label produksi lokal. Show all posts

Thursday, December 19, 2013

Siapa Takut Berjualan Produk Unik di Internet?



Zaman sekarang, kalau mau berdagang itu harus pintar-pintar. Salah satunya adalah harus pintar memilih barang apa yang akan didagangkan. Maka tidak heran jika kita melihat, banyak produk UKM Indonesia yang tergolong unik. Para pedagang itu tidak ingin terlihat sama dengan yang lainnya. Mereka ingin mengisi ‘laci’ yang belum diisi oleh pedagang lain. Dengan kata lain, mereka ingin menjadi pelopor di bidang tersebut.

Sebagai contoh mungkin salah satu produk keripik pedas yang sempat populer beberapa tahun lalu. Disajikan dengan berbagai level kepedasan, produk ini terbukti telah menjadi salah satu jajanan tersukses yang pernah ada di pasaran. Lalu ada juga produk lain seperti sepatu lukis  misalnya. Banyak orang mengira produk-produk inovatif tersebut akan susah menembus pasar, namun kenyataannya tidak demikian.

Namun, bukan berarti dengan memilik barang dagangan yang unik, maka akan menjadi pemenang begitu saja. Tentu harus didukung dengan cara pemasaran yang tidak biasa pula. Karenanya pekerjaan akan menjadi berlipat. Selain menjual, pedagang  yang menjual barang unik, wajib memberi edukasi kepada calon pembeli tentang barang dagangannya. Ditambah lagi dengan kenyataan, bahwa belum tentu semua lapisan masyarakat dapat menerima keunikan barang dagangan tersebut.

Ada cara-cara tertentu yang dapat Anda terapkan. Kali ini saya akan berbagi sedikit tips berjualan produk-produk unik  ini.

Tampilkan Visual Produk yang Menarik
Apa pun barang yang dijual, deskripsi dan foto produk adalah penting nilainya. Terlebih jika Anda memilih untuk berjualan secara online. Untuk produk unik yang dijual, target pasar akan lebih tertarik jika melihat visual yang menarik. Ditambah dengan pilihan kata yang persuasif di deskripsi produk, maka akan membuat mereka semakin ingin membelinya.

Hal yang wajib dilakukan adalah membuat foto produk tidak hanya dari satu sisi saja. Perlihatkan semua sisi barang unik tersebut. Bahkan sampai cara menggunakannya. Di kolom deskripsi, sebutkan semua kelebihan barang tersebut. Mulai dari desain, fungsi, hingga fitur lain yang mungkin tidak ditemukan di barang sejenis lainnya.



Tangani Pelanggan dengan Baik
Kebanyakan penggemar barang-barang unik adalah kalangan muda di rentang usia 15-25 tahun. Walau tidak menutup kemungkinan masyarakat dengan usia  yang lebih dari 25 tahun juga tertarik, namun ini adalah target pasar utama Anda.

Karakteristik target pasar ini jelas punya ciri dan perbedaan tersendiri. Bisa dibilang, kategori ini haus akan informasi jelas, dan tidak punya kesabaran yang terlalu banyak. Mereka pun tidak ragu untuk langsung menanyakan apa pun kepada sang penjual. Maka, Anda sebagai penjual sebaiknya mempekerjakan orang khusus untuk menangani semua hal yang datang dari pelanggan. Mulai dari pertanyaan, hingga keluhan. 



Gunakan Strategi Berpromosi yang Beragam
Dengan target pasar yang muda, tentu mereka sudah sangat peka teknologi. Maka Anda pun harus menggunakan strategi berpromosi yang memaksimalkan kecanggihan teknologi saat ini. Gunakan semua fitur yang ada di smartphone, dan layanan chat yang ada seperti BBM atau WhatsApp. Bikin grup yang khusus membahas barang-barang dagangan Anda. Undang para calon pembeli ke dalam grup tersebut, dan berikan informasi tentang barang terbaru yang Anda jual secara berkala.

Jangan lupa juga untuk memberikan informasi seputar side story yang masih berkaitan dengan barang dagangan Anda. Misalnya, cara perawatan atau penggunaan lebih lanjut barang yang Anda jual. 



Cantumkan Metode Pemesanan dan Pembayaran dengan Jelas
Terakhir, jangan lupa cantumkan informasi komplet tentang tata cara pemesanan dan pembayaran. Cara apa pun yang Anda sediakan, harus bisa Anda sampaikan dengan sejelas mungkin. Mulai dari format pemesanan tertentu, hingga pilihan bank yang Anda gunakan untuk mentransfer jumlah biaya pesanan. 


Tuesday, December 17, 2013

Mari Membahas Sejarah Singkat Blangkon



Di tahun 2013 ini masih ada yang tidak tahu blangkon? Lho, katanya cinta budaya dan tradisi Indonesia, masa tidak tahu blangkon? Padahal, belakangan ini saya lihat sudah semakin banyak yang menjual dan memakai blangkon lho di Indonesia ini. Lantas, buat yang sudah memakainya, tahukah kalian sejarah blangkon?

  
Awalnya saya juga tidak begitu paham mengenai asal usul blangkon. Namun karena saya menyukainya, maka saya ingin tahu lebih banyak lagi tentang blangkon. Maka dari itu, saya mulai tanya kiri-kanan dan membaca berbagai macam buku yang mengisahkan tentang tutup kepala pakaian tradisional Jawa untuk pria ini.



Mengulas sejarah blangkon tentu saja akan terlalu panjang untuk dijabarkan di tulisan saya ini. Saya akan mencoba meringkasnya sehingga lebih mudah dimengerti bersama-sama. Di masyarakat Jawa, khususnya di zaman dahulu, ada legenda tentang Aji Saka. Anda tahu tentang cerita legenda ini?

Benar, di legenda inilah konon keberadaan blangkon mulai disebut-sebut. Lebih tepatnya saat Aji Saka menggelar sejenis kain ikat kepala yang kemampuannya dapat menutup seluruh tanah Jawa! Dengan kain itulah ia berhasil mengalahkan sang raksasa penguasa tanah Jawa, Dewata Cengkar. Memang masih belum jelas apakah ikat kepala yang dimaksud adalah blangkon atau bukan tapi yang jelas pada masa ini pria Jawa sudah mulai memakai ikat kepala yang bisa diperkirakan menjadi asal mula blangkon.

Lantas, bagaimana dengan yang mengatakan bahwa blangkon juga dipengaruhi budaya lain? Beberapa teori dan sejarah mencatat bahwa memang ada sejumlah pengaruh dari budaya Hindu dan Islam yang diserap oleh orang Jawa dalam pemakaian blangkon. Mereka mendapatkannya dari pedagang Gujarat yang kerap menggunakan sorban. Kemudian, kebiasaan memakai kain panjang dan lebar di kepala ini pun mulai diterapkan oleh masyarakat Jawa.

Ada pula teori lain yang mengatakan bahwa blangkon diciptakan berkaitan dengan krisis ekonomi di zaman dahulu. Saat itu para petinggi keraton lantas meminta seniman untuk menciptakan ikat kepala yang hanya menggunakan separuh panjang kain dari biasanya. Karena saat itu kain termasuk sulit didapatkan. Sebelumnya memang para leluhur kita gemar menggunakan sorban yang kompleks dan membutuhkan kain yang cukup panjang.

Dulu, seniman adalah sosok yang dipercaya untuk membuat blangkon, dengan memperhatikan pakem-pakem yang berlaku tentunya. Semakin pakem tersebut dipenuhi, maka semakin tinggi nilai blangkon tersebut. Selain dari pemenuhan pakem tersebut, penilaian blangkon juga bergantung pada sejauh mana seseorang memiliki standar cita rasa dan pemahaman akan etika sosial. Di sinilah lantas muncul teori bahwa pakem yang berlaku untuk blangkon, tidak hanya harus dipenuhi oleh para pembuatnya, namun juga para pemakainya.

Bentuk blangkon pun bermacam-macam. Ada yang disebut bergaya Yogyakarta dengan tonjolan di bagian belakangnya, ada juga yang dibilang bergaya Surakarta dan biasa disebut sebagai blangkon model trepes. Selain suku Jawa, ada suku-suku lain di Indonesia yang juga menggunakan ikat kepala yang menyerupai blangkon. Misalnya suku Sunda, Madura, Bali, dan lain-lain. Namun tentu saja pakem dan bentuk ikatnya berbeda-beda.


Memang pada akhirnya, tidak ada yang tahu pasti, atau tidak ada yang berani memastikan asal mula para pria Jawa memakai tutup kepala seperti itu. Namun itu bukan berarti menghalangi kita untuk mencintai dan dengan bangga memakai pakaian tradisional Indonesia.

Thursday, December 12, 2013

Kelebihan Rotan sebagai Bahan Baku Furniture



Di negara tropis seperti Indonesia, bersantai di teras atau taman adalah salah satu cara menyenangkan untuk melewatkan sore yang cerah. Menikmati teh hangat serta cemilan di atas kursi rotan sambil menikmati hijaunya taman rumah Anda pasti membantu Anda melupakan segala stres yang Anda rasakan. Apa Anda termasuk mereka yang memiliki perabot dari rotan di teras dan taman Anda?



Salah satu bahan yang populer digunakan untuk furniture di teras atau taman memang rotan selain material dari pohon jati. Bahan ini tidak hanya kuat, tapi juga ramah lingkungan. Rotan juga sangat multifungsi, karena bisa digunakan untuk hiasan rumah seperti anyaman, kegiatan ritual adat dan keagamaan, dll. Tapi sebenarnya apa saja kelebihan rotan yang membuatnya menjadi bahan yang paling populer untuk perabot luar ruangan?

1.       Ramah lingkungan
Rotan berasal dari beberapa spesies palem yang tumbuh di bagian Asia, Afrika, dan Australia yang beriklim tropis. Tumbuhan ini tumbuh dengan sangat cepat dan mudah didapat, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingan bahan mentah lain seperti kayu.

2.       Lebih tahan cuaca
Rotan lebih tahan terhadap terpaan cuaca, sehingga tetap tahan lama walaupun diletakkan di luar ruangan.

3.       Mudah dibersihkan
Furniture dengan bahan rotan mudah dibersihkan. Air yang dicampur dengan sabun saja sudah cukup!

4.       Fleksibel
Rotan mudah dianyam dan dibentuk menjadi berbagai bentuk dan desain, sehingga hanya membutuhkan sedikit paku atau sekrup dibandingkan jenis furniture lain.

5.       Tidak berubah bentuk
Furniture yang sudah lama biasanya cenderung berubah bentuk. Tapi hal ini biasanya tidak terjadi pada furniture yang terbuat dari rotan.

6.       Tidak perlu perawatan mahal
Untuk material rotan ini, perawatannya tidak memerlukan biaya mahal. Karena pada dasarnya rotan tahan dengan iklim dan cuaca di Indonesia.

Dengan segala kelebihan tersebut, tidak heran kalau rotan cukup populer sebagai bahan baku untuk furniture, baik furniture di dalam maupun di luar ruangan. Indonesia sendiri sebenarnya punya potensi untuk memajukan industri rotan dalam negeri. Rotan tumbuh dengan mudah di Indonesia, dan Indonesia tak kekurangan pengrajin yang bisa membuat furniture berkualitas dari rotan. Sayangnya, pasar produk rotan alam sempat hancur karena dominasi produk rotan sintetis di dunia. Padahal menurut artikel di tempo.copada tahun 2011 , sekitar 85% dari populasi rotan dunia berada di Indonesia. Sedangkan potensi produksi lestari rotan Indonesia mencapai 247 ribu ton per tahun. Sayangnya, pemakaian industri mebel dalam negeri tidak mencapai 20 ribu ton per tahun. Jelas potensi industri rotan Indonesia masih jauh dari maksimal.



Tapi untungnya perlahan-lahan pemerintah Indonesia sudah mulai memahami potensi rotan di pasar dunia. Saat ini Kementerian Perdagangan Indonesia terus menggelar berbagai pameran kerajinan rotan di negara lain untuk memperkenalkan karya rotan Indonesia ke banyak orang, demi meningkatkan ekspor hasil kerajinan rotan dalam negeri. Kini ekspor rotan Indonesia pada 4 bulan pertama di tahun 2013 telah mencapai US $ 69,7 juta dan diperkirakan akan terus meningkat di masa depan. 

 
Bagaimana cara Anda mendukung industri rotan dalam negeri? Mudah saja. Gunakan furniture rotan serta kerajinan rotan lain di rumah ataupun tempat usaha Anda. Perabotan rotan pun sekarang sudah bisa Anda dapatkan melalui online shop , lho. Atau Anda berminat untuk berkarya di industri rotan Indonesia? Silahkan saja..


Sumber: