Friday, December 13, 2013

Mulai Bertanya, Mulai Berusaha


Pernahkah terpikir di benak Anda, bagaimana cara seseorang bisa sukses dengan ide yang mungkin menurut Anda sangat sederhana? Anda terus berpikir, bahwa Anda sebenarnya bisa menemukan ide tersebut, atau bisa melakukan ide tersebut. Namun Anda juga berpikir, mengapa ide sesederhana itu tidak terlintas di benak Anda sebelumnya? Para entrepreneur menemukan ide dan inovasi yang mereka ciptakan dari sebuah pertanyaan yang terus-menerus mereka pikirkan. Orang yang sukses, selalu dipenuhi rasa ingin tahu dan selalu bertanya. Dari pertanyaan itulah mereka bekerja dan berusaha, sehingga terciptalah sebuah inovasi.


Apa yang harus Anda lakukan agar Anda dapat menemukan inovasi tersebut?  Handry Satriago (CEO General Electric Indonesia) melalui situs indonesiasetara.org menyebutkan, ada dua kemampuan dalam manusia yang harus terus dilatih untuk menjadi seorang entrepreneur, yaitu:

1.       Kemampuan untuk menciptakan titik

Menciptakan titik adalah kemampuan untuk menciptakan sebuah solusi, ide, atau inovasi yang baru. Kemampuan ini bisa Anda latih dengan terus-menerus bertanya ‘Kenapa?’ (Why?) terhadap apapun. Dengan bertanya ‘kenapa begini,’ atau ‘kenapa begitu,’ Anda cenderung akan melihat sebuah masalah dari akarnya. Anda akan mengerti lebih dalam akar masalahnya dan Anda bisa menemukan sebuah sudut pandang yang berbeda. Dari sudut pandang inilah, sebuah inovasi dapat lahir.

2.       Kemampuan untuk menghubungkan titik

Bertanya ‘kenapa’ saja tidak akan cukup. Anda juga harus bertanya: ‘Bagaimana jika?’ (How if?) atau ‘Kenapa tidak?’ (Why not?). Dengan terus bertanya ‘how if’, secara tidak langsung Anda sudah melatih kemampuan untuk menghubungkan titik yang sudah Anda temukan. Ini adalah kemampuan untuk mencari jalan atas inovasi Anda, dan kemampuan untuk mencapai solusi Anda agar menjadi kenyataan. Melalui kemampuan ini Anda dituntut untuk bekerja, dan merealisasikan apa yang sudah Anda pikirkan.

Tirto Utomo, orang yang menemukan merk Aqua, mungkin sempat memikirkan hal seperti “Kenapa orang harus repot-repot memasak air untuk diminum?”, dan berlanjut dari pertanyaan tersebut, mungkin ia akan bertanya “Bagaimana jika orang dapat meminum secara langsung tanpa perlu repot memasak?”, atau “Bagaimana cara memberikan air yang bisa langsung diminum kepada orang lain?”. Mungkin, dari pertanyaan inilah lahir sebuah air minum dalam kemasan yang ia beri nama Aqua, yaitu air mineral yang kini bisa kita minum secara langsung, tanpa harus dimasak terlebih dahulu.


Isaac Newton sang fisikawan penemu teori-teori luar biasa di dunia pun memulai semua kesuksesannya dari sebuah pertanyaan ‘Kenapa?’. Dari jutaan orang yang melihat apel terjatuh dari pohon, hanya Newton lah yang bertanya “Kenapa apel jatuh dari pohon?”. Sesederhana itu, namun tidak terbayangkan sebelumnya.

Selain dua kemampuan tersebut, seorang dosen wirausaha di Bandung pernah menambahkan sebuah rumus yang dapat kita gunakan untuk memulai usaha. Rumus tersebut adalah Amati, Tiru, Modifikasi, atau disingkat menjadi rumus ATM. Ini adalah sebuah zaman modern, yang mungkin akan membuat Anda berpikir akan sangat sulit untuk menemukan inovasi-inovasi baru. Di sinilah Anda diminta untuk mengamati apa yang sudah ada. “Kenapa mereka bisa sukses?” mungkin menjadi pertanyaan pertama Anda. Tahap selanjutnya mungkin meniru ‘jalan’ kesuksesan mereka, namun perlu diingat bahwa Anda sulit sekali menjadi sukses hanya dengan meniru. Anda harus memodifikasi apa yang akan Anda tiru. Nah, pada tahap inilah ide dari pertanyaan kenapa dan bagaimana yang sudah Anda temukan sebelumnya bisa Anda gunakan.


Sederhananya, entrepreneur adalah sebuah proses menyelesaikan sebuah persoalan. Mungkin bagi Anda yang suka memperhatikan para entrepreneur, akan menganggap bahwa solusi yang mereka berikan sungguh luar biasa. Mungkin memang luar biasa, namun ada pula sebuah solusi yang sangat sederhana namun tidak pernah terpikir sebelumnya. Para entrepreneur mungkin bukan orang pertama yang pernah memikirkan sebuah ide brilian, tapi mereka adalah orang pertama yang berhasil mengenalkan ide tersebut kepada orang lain di sekitar mereka. Jadi, mulailah bertanya.


Sumber:
 

Thursday, December 12, 2013

Kelebihan Rotan sebagai Bahan Baku Furniture



Di negara tropis seperti Indonesia, bersantai di teras atau taman adalah salah satu cara menyenangkan untuk melewatkan sore yang cerah. Menikmati teh hangat serta cemilan di atas kursi rotan sambil menikmati hijaunya taman rumah Anda pasti membantu Anda melupakan segala stres yang Anda rasakan. Apa Anda termasuk mereka yang memiliki perabot dari rotan di teras dan taman Anda?



Salah satu bahan yang populer digunakan untuk furniture di teras atau taman memang rotan selain material dari pohon jati. Bahan ini tidak hanya kuat, tapi juga ramah lingkungan. Rotan juga sangat multifungsi, karena bisa digunakan untuk hiasan rumah seperti anyaman, kegiatan ritual adat dan keagamaan, dll. Tapi sebenarnya apa saja kelebihan rotan yang membuatnya menjadi bahan yang paling populer untuk perabot luar ruangan?

1.       Ramah lingkungan
Rotan berasal dari beberapa spesies palem yang tumbuh di bagian Asia, Afrika, dan Australia yang beriklim tropis. Tumbuhan ini tumbuh dengan sangat cepat dan mudah didapat, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingan bahan mentah lain seperti kayu.

2.       Lebih tahan cuaca
Rotan lebih tahan terhadap terpaan cuaca, sehingga tetap tahan lama walaupun diletakkan di luar ruangan.

3.       Mudah dibersihkan
Furniture dengan bahan rotan mudah dibersihkan. Air yang dicampur dengan sabun saja sudah cukup!

4.       Fleksibel
Rotan mudah dianyam dan dibentuk menjadi berbagai bentuk dan desain, sehingga hanya membutuhkan sedikit paku atau sekrup dibandingkan jenis furniture lain.

5.       Tidak berubah bentuk
Furniture yang sudah lama biasanya cenderung berubah bentuk. Tapi hal ini biasanya tidak terjadi pada furniture yang terbuat dari rotan.

6.       Tidak perlu perawatan mahal
Untuk material rotan ini, perawatannya tidak memerlukan biaya mahal. Karena pada dasarnya rotan tahan dengan iklim dan cuaca di Indonesia.

Dengan segala kelebihan tersebut, tidak heran kalau rotan cukup populer sebagai bahan baku untuk furniture, baik furniture di dalam maupun di luar ruangan. Indonesia sendiri sebenarnya punya potensi untuk memajukan industri rotan dalam negeri. Rotan tumbuh dengan mudah di Indonesia, dan Indonesia tak kekurangan pengrajin yang bisa membuat furniture berkualitas dari rotan. Sayangnya, pasar produk rotan alam sempat hancur karena dominasi produk rotan sintetis di dunia. Padahal menurut artikel di tempo.copada tahun 2011 , sekitar 85% dari populasi rotan dunia berada di Indonesia. Sedangkan potensi produksi lestari rotan Indonesia mencapai 247 ribu ton per tahun. Sayangnya, pemakaian industri mebel dalam negeri tidak mencapai 20 ribu ton per tahun. Jelas potensi industri rotan Indonesia masih jauh dari maksimal.



Tapi untungnya perlahan-lahan pemerintah Indonesia sudah mulai memahami potensi rotan di pasar dunia. Saat ini Kementerian Perdagangan Indonesia terus menggelar berbagai pameran kerajinan rotan di negara lain untuk memperkenalkan karya rotan Indonesia ke banyak orang, demi meningkatkan ekspor hasil kerajinan rotan dalam negeri. Kini ekspor rotan Indonesia pada 4 bulan pertama di tahun 2013 telah mencapai US $ 69,7 juta dan diperkirakan akan terus meningkat di masa depan. 

 
Bagaimana cara Anda mendukung industri rotan dalam negeri? Mudah saja. Gunakan furniture rotan serta kerajinan rotan lain di rumah ataupun tempat usaha Anda. Perabotan rotan pun sekarang sudah bisa Anda dapatkan melalui online shop , lho. Atau Anda berminat untuk berkarya di industri rotan Indonesia? Silahkan saja..


Sumber:
 

Tuesday, December 10, 2013

Saatnya UKM Go Online!



Mungkin saat ini toko kita baik-baik saja. Pembeli datang terus-menerus dari waktu ke waktu, dan kita tidak merasakan perlunya membuka lapak di dunia maya. Keputusan tentu saja ada di tangan Anda. Tetapi saya merasa perlu untuk menyampaikan bahwa bukan hanya perekonomian Indonesia terus bertumbuh tinggi dari waktu ke waktu, jumlah pengguna internetnya pun mengalami pertumbuhan yang kencang.

Kalau sekarang ini jumlah pengakses internet di Indonesia tercatat mencapai 63 juta jiwa atau 24,23 persen penduduk, jumlah ini hanya akan terus bertambah dengan pesat. Di akhir tahun 2013, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia memproyeksikan jumlahnya sudah bertambah hingga 82 juta, kemudian menjadi 107 juta pada 2014, dan 139 juta pada 2015.




Meski pertumbuhan pengguna internet Asia Pasifik terbilang tinggi di dunia, angka pertumbuhan Indonesia masih lebih fenomenal dari pertumbuhan negara-negara Asia Pasifik ini jika dirata-ratakan. Pada tahun 2012 silam saja pertumbuhan pengguna internet Indonesia mencapai 48% sementara keseluruhan Asia Pasifik tak sampai separuhnya, yakni 18%.

Namun alasan memikat untuk Anda membuka bisnis OL tidak hanya pertumbuhan ekonomi, penduduk, serta jumlah pengguna internet di Indonesia saja. Berbeda dengan Amerika Serikat, Eropa, maupun China, Indonesia adalah negara kepulauan. Kendala melebarkan sayap usaha darat di Indonesia lebih besar dibandingkan di negara-negara daratan tersebut. Tapi dengan internet sebagai medium komunikasi yang lebih cepat dari kedipan mata, kendala itu memungkinkan untuk diatasi. Anda tidak perlu membuka toko langsung, misal, di Pekanbaru, Palembang, Ambon, dan lain-lain. Cukup konsentrasikan diri Anda untuk membesarkan toko online Anda. Bila Anda cukup besar, orang-orang dari seluruh Indonesia melalui alat pencari Google akan mencari Anda dengan sendirinya. Saat Anda menyadarinya, Anda sudah mengirimkan produk-produk Anda ke berbagai penjuru Indonesia.

Tentu saja, tak lupa, memulai usaha online juga memiliki sejumlah keuntungan langsung yang sifatnya memudahkan Anda. Misal, Anda bisa mempromosikan usaha Anda tanpa memerlukan baliho atau berbagai macam perangkat promosi darat yang butuh biaya. Cukup buat akun Twitter, Facebook lalu sebarkan link produk Anda ke antara pengguna atau komunitas-komunitas yang kira-kira membutuhkannya. Anda pun memiliki toko yang dapat dilihat-lihat selama 24 jam tanpa perlu menyewa pramuniaga.
Tertarik?

Kalau tertarik, pertanyaan selanjutnya yang mungkin tercetus, bukankah mendirikan toko online ribet—butuh menyewa programer dan lain sebagainya? Tidak. Jauh dari ribet, bisa saya katakan. Contoh: Anda dapat melakukannya cukup dengan mendaftar di sebuah toko online seperti TokoOn  yang memang diperuntukkan untuk UKM lokal. Caranya pun sederhana, seperti mendaftar email (semoga Anda sudah mempunyai email, ya, kalau tidak bisa beneran repot, hehehe).

Sesudah terdaftar, selamat. Anda sudah memiliki toko online. Mudah kan ternyata? Dari sini, Anda tinggal memastikan produk-produk Anda senantiasa ter-update, upload foto produk, tulis deskripsi produk Anda untuk membantu para pencari produk, dan promosikan link produk Anda di media-media sosial. Lakukan dengan baik, karena hal sederhana ini nantinya akan mendatangkan manfaat untuk Anda.



Monday, December 9, 2013

Memanfaatkan Limbah Pisang Menjadi Karya Seni



Alam memang menyimpan sejuta inspirasi. Hasil alam seperti kayu, batu, atau bambu mungkin sudah lazim sekali digunakan. Tapi siapa sangka, di tangan seorang kreatif,  bisa mengubah pelepah pisang yang biasanya dianggap sebagai sampah menjadi sebuah karya seni yang luar biasa! Kreativitas masyarakat Indonesia ternyata mampu menyulap sebuah benda tidak berharga, menjadi sebuah karya seni yang bernilai sangat tinggi.
 
Kalau Anda memiliki pohon pisang di rumah, pelepah pisang bisa Anda dapatkan dengan mudah sebagai limbah dari pohon pisang itu sendiri. Bila didiamkan, pelepah pisang bisa sangat mengganggu Anda karena ia akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Bila dibiarkan lebih lama dan membusuk, pelepah pisang bahkan dapat mengganggu kesehatan lingkungan tempat tinggal Anda. Singkat kata, benda ini adalah limbah yang harus diurus sebelum membusuk.

Daripada dibuang dan jadi tidak berguna, lebih baik jadikan pelepah pisang sebagai bahan pembuat lukisan indah. Beberapa orang kreatif di Indonesia sudah berhasil membuat lukisan yang luar biasa indah, dengan bahan baku utama pelepah pisang. Orang-orang ini bahkan sudah mampu menebalkan kantong mereka dengan menjual beberapa lukisan tersebut kepada para pecinta lukisan.



Nah, bila Anda termasuk orang yang berminat dengan lukisan pelepah pisang, beberapa hari lalu saya sempat menemukan toko online yang menjual lukisan berbahan dasar pelepah pisang . Bahkan benda unik seperti ini pun kini bisa ditemukan di internet dengan mudah. Bila Anda tertarik untuk memajang lukisan unik  di rumah Anda, mungkin Anda bisa mengunjungi toko online tersebut.

Anda tidak perlu khawatir, pelepah pisang yang sudah menjadi lukisan sudah melewati banyak tahap dan proses, sehingga pelepah pisang yang digunakan tidak akan membusuk atau mengeluarkan bau tidak sedap. Bahkan pelepah pisang itu sendiri dinilai sebagai bahan yang kuat dan tahan lama. Lukisan ini tidak menggunakan cat apapun, tidak menggunakan bahan pengawet apapun, dan murni menggunakan warna alami dari pelepah pisang. Sehingga karya yang dihasilkan pun cenderung ramah lingkungan.



Lukisan pelepah pisang ini bisa juga dikombinasikan dengan bahan alam yang ‘aneh’ lainnya, seperti pelepah jagung, daun kering, bahkan rumput kering. Namun bahan utama pembentuk lukisan ini tidak lain hanya pelepah pisang dan lem. Kalau ada alat lain yang digunakan paling-paling hanya pisau dan gunting yang digunakan untuk memotong pelepah pisang sesuai dengan ukuran dan warna yang diinginkan.

Cara membuatnya pun sederhana. Pelepah pisang digunting dan dipotong sesuai dengan ukuran dan warna yang diinginkan. Sebuah pelepah pisang yang besar umumnya memiliki gradasi warna yang cukup banyak untuk digunakan dalam lukisan. Tinggal bagaimana sang seniman memilih dan memotong warna tersebut sesuai kebutuhan dan imajinasi. Proses selanjutnya adalah penempelan pelepah pisang yang sudah dipotong, ke dalam sebuah pola yang dibayangkan oleh sang seniman. Penempelan pelepah pisang dilakukan dalam media kanvas, sama seperti melukis. Bila warna dirasa kurang cocok, pelepah pisang yang sudah ditempel bisa dicabut kembali atau ditutup langsung dengan warna yang sesuai. Proses berlanjut sampai lukisan selesai sepenuhnya, dan seluruh permukaan kanvas sudah tertutup pelepah pisang. Sesederhana itu, namun sebuah karya seni seperti ini pasti membutuhkan kreativitas yang tinggi dalam proses pembuatannya.

Selain itu tidak hanya lukisan, saya juga sempat menemukan barang-barang unik lain yang dibuat dari pelepah pisang, di antaranya boneka (http://www.tokoon.com/Product/Detail/24935)dan tas pelepah pisang (http://www.tokoon.com/Product/Detail/26436). Khusus untuk tas pelepah pisang, modelnya tak kalah menarik dari tas-tas bermerek lainnya yang sudah lebih dulu ada di pasaran.

Proses pembuatan tas pelepah pisang ini memakan waktu sekitar satu minggu. Mulai dari penjemuran sampai pembentukan pola tas tersebut. Kurang lebih prosesnya sama dengan pembuatan lukisan pelepah pasang, yang membedakan tentu kreasi si pembuatnya. Tas jenis ini memiliki nilai lebih, karena desainnya yang unik, tradisional, dan tentunya sangat Indonesia. Tidak heran jika tas ini laris dan diminati oleh para kolektor tas.
Jika disimpulkan, saat ini tidak sedikit karya seni memiliki nilai tinggi, namun justru dibuat oleh sesuatu yang dipandang kurang berguna bagi sebagian besar orang. Yang perlu Anda lakukan hanya membuka mata terhadap peluang-peluang yang ada di sekitar Anda. Selamat berkreasi!