Wednesday, September 25, 2013

Mengenal Jenis Sangkar Burung

Memilih sangkar burung ibarat memilih rumah. Salah pilih rumah bisa mengganggu kenyamanan kita dan keluarga yang tinggal di dalamnya. Begitu juga dengan memilih sangkar untuk burung peliharaan kita.


Supaya burung peliharaan Anda tidak kabur dan betah di sangkarnya, menurut saya perlu kiranya untuk mengenali jenis-jenis sangkar burung yang nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan burung peliharaan Anda. Sebagai pemelihara burung, saya melihat sangkar burung bukan hanya sebagai tempat tinggal burung peliharaan, tapi juga keserasian yang enak dipandang.


Ada berbagai macam jenis bahan pembuat sangkar burung. Berikut ini bisa Anda simak jenis-jenis sangkar burung berdasarkan bahan pembuatnya supaya Anda bisa mengkalkulasikan antara kebutuhan dan harga yang ditawarkan:

Kayu
Banyak sangkar burung yang terbuat dari kayu. Yang menjadi patokan harga sangkar burung dari bahan ini adalah jenis kayu yang digunakan. Contohnya, sangkar yang terbuat dari kayu pipih biasanya seharga seratus ribu rupiah saja, tapi sangkar yang terbuat dari kayu ulin, kayu besi, kayu jati, kayu sungkai, ataupun kayu nyatoh rata-rata harganya cukup mahal. Bahkan beberapa sangkar dari kayu sungkai dan nyatoh harganya bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah. Sedangkan yang terbuat dari kayu jati harganya bisa lebih dari satu juta rupiah. Selain itu, ada juga sangkar yang terbuat dari bahan kayu mentaos, biasanya dibuat dengan ukiran tangan yang mendetil dan sangat indah.


Kayu Solid
Sangkar dari kayu solid harganya cukup tinggi, karena penggunaan bahan ini untuk sangkar pada prinsipnya adalah untuk menghindari adanya sambungan-sambungan. Kayu yang digunakan bisa berupa kayu gelondong asli yang nantinya diukir. Biasanya kerajinan sangkar dari kayu solid dapat ditemukan di beberapa pengrajin di Bali. Harganya bisa mencapai jutaan rupiah


Besi
Besi termasuk salah satu logam yang aman untuk burung. Hindari logam seperti kuningan, tembaga, timah, dan seng. Tapi patut diperhatikan, besi yang tidak beracun untuk burung adalah yang tidak dicat anti karat. Harga sangkar dari besi tergantung dari kelas-kelasnya, ada besi pipih dan besi solid. 


Bambu
Meskipun bambu tergolong bahan yang murah dan mudah didapat, tapi pengerjaan sangkar dengan nilai dan citra seni yang tinggi bisa memengaruhi harganya. Namun kebanyakan harga sangkar dari bambu tidak dipatok terlalu tinggi. Kualitas yang terbaiknya saja masih bisa didapat dengan harga tiga ratus ribu rupiah.


Kawat
Jenis sangkar yang terbuat dari kawat tergolong yang paling murah, karena hanya membutuhkan kayu pipih kecil sebagai kerangka kemudian diselimuti oleh kawat di badan sangkarnya. Anda bisa memiliki sangkar jenis ini hanya dengan lima puluh ribu sampai seratus ribu rupiah saja.


Selain itu, ukuran sangkar burung juga harus disesuaikan dengan ukuran, jenis, maupun gaya atau gerak burung ketika mereka berkicau. Karena kalau sampai salah menempatkan, bisa berakibat fatal bagi burung peliharaan Anda.

Contohnya, burung berbadan besar seperti beo bisa stress bila ditempatkan di sangkar yang kecil karena tidak bisa leluasa. Begitu pula sebaliknya, jika burung berfisik kecil seperti kenari ditempatkan di sangkar yang besar akan menjadi hiperaktif karena selalu loncat dan beterbangan, akibatnya performa kicauannya jadi tidak maksimal karena tenangnya sudah habis duluan untuk bergerak ke sana-sini. Berikut ukuran burung dan besar sangkar yang dibutuhkannya:

Ukuran Besar
Burung jenis cucakrowo, murai batu, dan sejenisnya bisa menggunakan sangkar bulat atau kotak dengan lebar sekitar 50 cm dan tinggi 60-75 cm.


Ukuran Menengah
Burung jenis anis merah, anis kembang, cendeng, dan burung lain yang seukuran bisa menggunakan sangkar bulat atau kotak dengan lebar 30-35 cm dan tinggi 50 cm.


Ukuran Kecil
Burung jenis ciblek, prenjak, sulingan/ tledekan, kolibri, dan burung lain seukuran bisa menggunakan sangkar bulat atau kotak dengan lebar 20-30 cm dan tinggi 40 cm.


Ukuran Khusus
Burung jenis kenari dan branjangan bisa menggunakan ukuran ini. Agar burung kenari bisa memberikan performa yang bagus, gunakan sangkar ukuran burung menengah dengan dua atau tiga tenggeran. Sangkar burung kenari ada versi impor maupun lokal. Versi impor berbentuk segi empat, terbuat dari ram besi, alas sangkar tertutup, dan tenggerannya ada yang berbentuk gelang ataupun palang. Bentuknya pun tidak begitu besar. Sedangkan versi lokal terbuat dari bilah bambu dan berbentuk seperti tabung dengan sentuhan gaya khas kurungan oriental. Dalam sangkar terdapat dua palang tenggeran, serta satu tempat minuman dan makanan yang terbuat dari keramik halus untuk estetika keindahan.


Setelah mengetahui hal-hal di atas, Anda juga masih perlu menempatkan dan merawat sangkar dengan baik. Agar si burung makin betah di rumahnya.

Menempatkan sangkar burung memang tidak bisa sembarangan, karena semuanya berhubungan dengan aktivitas burung peliharan Anda, seperti makan, mengerami telur, beristirahat, dan bersosialisasi dengan kelompok burung lainnya.

Kebersihan juga perlu diperhatikan, terutama bagi pemilik burung ocehan atau konkurs (burung perkutut). Sangkar burung yang representatif dan bersih akan membuat burung jadi betah dan tetap sehat, serta bisa lebih semangat berkicau. Kalau sampai tidak terjaga (sangkar tidak tepat dan tidak bersih), burung bisa menjadi sakit-sakitan, tidak suka makan, dan bahkan bisa berakhir dengan kematian.

Terlihat ribet? Tidak juga, kok. Semuanya akan jadi mudah kalau sudah diterapkan. Sekian info dari saya kali ini, semoga bermanfaat bari para pecinta burung.  

No comments:

Post a Comment